5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara

5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara

5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara, Perkembangan sel kanker payudara yang berlangsung selama bertahun-tahun banyak yang tidak disadari oleh para wanita. Ini menyebabkan sel kanker berkembang dan menyebar pada jaringan tubuh lain. Untuk itu perlu segera dilakukan penanganan medis untuk menyembuhkan penderita kanker payudara.

1. Pembedahan

Pembedahan merupakan penanganan medis yang paling umum dilakukan pada kasus kanker payudara. Pembedahan yang dilakukan dengan mengangkat benjolan tumor dan sejumlah jaringan normal disekitar tumor disebut lumpectomy. Ada juga jenis pembedahan mastectomy, yaitu pembedahan dengan cara mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker dan dinding otot dada yang berada di bawah payudara. Kedua pembedahan tersebut dilakukan atas dasar lokasi kanker, ukuran kanker dan seberapa luas penyebaran kanker yang terjadi.

Tindakan pembedahan memberikan berbagai macam efek setelahnya. Secara fisik, bentuk dan ukuran payudara akan mengalami perubahan. Perubahan fisik tersebut dapat menjadi permanen. Keluhan nyeri, bengkak, kaku dan lelah akan dirasakan dalam waktu yang cukup lama. Karena itu banyak pasien dalam masa pemulihan mengeluhkan ketidaknyamanan pasca pembedahan.

Bagi wanita, payudara memegang peranan penting demi mendapatkan tubuh yang ideal. Selain itu wanita menganggap payudara sebagai identitas seksual. Perubahan fisik akibat pembedahan tentu akan mempengaruhi perasaan dan pskologis mereka. Semua masalah itu akan menjadi penyebab perubahan pola pikir pada wanita.

2. Radiasi

Radiasi merupakan salah satu bentuk terapi yang diberikan pada penderita kanker payudara. Fungsinya untuk membunuh dan menghambat perkembangan dari sel kanker. Terapi radiasi menggunakan X-ray yang memiliki energi tinggi. Kadar sinar X-ray yang diberiikan tergantung dari seberapa jauh sel kanker menyebar, tipe kanker dan kadar kanker itu sendiri. Ada dua terap yang diberikan kepada pasien, yaitu radiasi internal dan eksternal.

Terapi radiasi biasanya diberikan kepada pasien bersamaan dengan penanganan kanker payudara yang lain, seperti saat pembedahan atau kemoterapi. Radiasi bisa dilakukan sebelum, sesudah atau bahkan saat dilakukan penanganan medis yang lain. Radiasii yang dilakukan sesudah peananganan bisa membunuh sel kanker yang masih tersisa. Sedangkan apabila dilakukan saat berlangsungnya pembedahan, maka dapat langsung menuju titik kanker tanpa menyentuh kulit penderita.

Setelah menjalani terapi radiasi penderita akan merasakan mual, muntah, penurunan kadar sel darah putih, peradangan, dan reaksi kulit seakan terbakar. Radiasi dapat menyebabkan luka kecil pada paru-paru sehingga penderita merasa sesak dan batuk. Tak jarang penderita yang masih merasa lelah berlebihan meskipun telah menyelesaikan terapi.

3. Rekonstruksi Payudara

Rekonstruksi payudara biasa menggunakan implan dari silikon atau mengambil jaringan dari bagian tubuh lannya. Bersamaan dengan mastektomi, rekonstruksi ini bisa dilakukan. Bisa juga dilakukan kapan saja di kemudian hari. Sayangnya keamanan pemakaian silikon saat ini dipertanyakan. Ini karena banyak terjadi kasus silikon yang merembes sehingga menyebabkan implant berubah menjadi keras dan bentuknya terlihat aneh. Bahayanya lagi silikon yang merembes dapat masuk dan mengalir dalam aliran darah.

4. Kemoterapi

Saat dilakukan penanganan kemoterapi, maka penderita akan diberikan obat-obatan anti kanker dalam bentuk cair atau kapsul. Pemberian obat ini bisa dilakukan melalui infuse. Tujuan proses pemberian obat ini adalah untuk membuhuh sel kanker. Jadwal kemoterapi pada setiap penderita berbeda-beda disesuaikan dengan stadium kanker yang diderita.

Cara kerja obat pada saat kemoterapi adalah dengan membunuh atau meracuni sel-sel kanker, menghentikan dan mengontrol pertumbuhan sel kanker sehingga kanker tidak menyebar ke jaringan tubuh lain. Sayangnya, obat anti kanker tersebut dapat membunuh sel lain yang dapat membelah aktif karena belum bisa mengenali sel kanker secara spesifik. Jenis kemoterapi dibagi menjadi dua, yaitu kemoterapi sistematik dan kemoterapi regional.

Kemoterapi yang diberkan pada pendeita memiliki efek yang berbeda-beda. Efek fisik yang dirasakan tergantung darii seberapa sehat penderita sebelum dilakukan pengobatan dan seberapa besar kanker yang menyebar. Penderita yang telah menjalani kemoterapi memerlukan perawatan lebih karena beresiko lebih besar terserang infeksi. Selain itu kerontokan rambut akan dialami penderita sebagai akibat dari kemoterapi. Banyak wanita yang kehilangan percaya diri karena penampilannya berubah setelah menjalani kemoterapi.

5. Obat Penghambat Hormon

Obat penghambat hormon akan segera diberikan setelah dilakukan pembedahan, kemudian berlanjut setelah beberapa bulan. Fungsinya adalah untuk menghambat sel kanker kembali aktif dan bisa memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara. Obat tersebut mengandung esterogen dan memiliiki sifat mengurangi resiko penyakit jantung dan osteoporosis. Akan tetapi, obat ini tidak akan mencegah kekerngan vagina yang sering terjadi saat menopause.

Semua penanganan medis yang dilakukan dokter adalah tindakan terbaik meskipun menimbulkan berbagai macam efek yang berbeda pada masing-masing penderita kanker payudara. Sebaiknya, lakukan setiap tahap pengobatan dengan ikhlas dan pikiran positif. Jangan lupa selalu berdoa agar dapat memulihkan kondisi tubuh.

Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

/* */
%d bloggers like this: